Felix (2)


Dimana Felix, tujuanmu?
Kau berlari seakan mimpi di ujung jari.
Kemana Felix, kau berlari?
Pacu! Cambuk! Lari!
Lari.

Lihat Felix, lihat sekelilingmu.
Mereka tenang bagai perdu menari pelan.
Coba pecahkan: dalam kepala, mereka simpan.
Dalam hati, mereka camkan.
Dan dalam niat, mereka gambarkan.

Tidakkah Kau ingin berhenti sejenak?
Jangan lari dari air mata, Felix.
Itulah anugrah manusia.
Jangan lari dari derita,
karena dengan derita, kita nikmati bahagia.

Jangan bungkam ketakutan.
Hadapi! Hadapi!
Ketakutanlah kegelapan.
Ia nyata dalam benakmu.
Tegakkan kepala, Felix.
Acungkan kepalan. Teriakkan keberanian!!

Lihatlah Felix,
bunga-bunga perdu itu,
kini diterpa badai.

 

Malang, 31 Agustus 2010

Pukul 11.28

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s