Bidadari


Kami selalu tegar, setiap kalian tampar.

Selalu bangun, setiap kalian tendang.

 

Siapakah?

Bukahkah kami wanita-wanita suci,

yang kehadirannya dihargai?

seharusnya.

 

Siapakah?

Tempat kalian selalu kembali,

setiap tersingkir, setiap tertolak.

Dalam pelukan kami, kalian terjatuh,

menangis diam-diam.

 

Harus pergi pada siapa, setiap kami terluka?

Harus bertumpu pada siapa, setiap kami lelah?

 

Bukankah kami wanita-wanita suci,

selalu tegar setiap kalian tampar,

selalu bangun setiap kalian tendang.

Matikah?

Tidak.

Karena kami harus mengukir garis darah,

anak-anakmu.

 

Malang, 29 Januari 2010

Pukul 21.49 

(thanks for Kalyani, you are the strongest mother I ever know. May god and happiness will always be with you :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s