Bijak


Saat aku kecil, kakek selalu bercerita;

anak bungsu teraniaya dan berakhir dilamar raja.

Lama kemudian tak lagi kupercaya,

kisah bahagia di tengah neraka.

Karena dunia mulai membalik wajahnya,

jadi buruk dan tak sempurna.

Ketika remaja, kakek mulai syak wasangka,

mengira aku tergoda setan narkoba.

Dilarangnya pula aku menggoda wanita.

Karena mereka adalah belaha jiwa,

bukan pelayan hina.

Dikatakannya, meski muda pikiranku harus dewasa.

Setia pada seorang saja.

Jangan mendua jika tak ingin berdosa.

Sekarang Kakek telah tiada,

pergi dijemput usia.

Satu warisannya ternyata rahasia.

Kisah terakhir tentang cinta,

bahwasanya manusia bisa lupa, tentang setia dan usia di dunia.

Isinya, kakek ternyata beristri lima!

Malang, (tanggal tidak diketahui)

(okay, it’s such the weirdest of my weirdest poetries. Like I care. I just post it for fun..hahaha)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s