Dan, beginilah aku mencintaimu


Seperti semilir angin,
mencandu wangi pipimu.
Tak pernah memintamu menahannya dalam pelukan.

Seperti cahaya,
setia setiap engkau bertemu kegelapan.
Tak pernah memintamu datang ketika ia padam.

Seperti rintik hujan,
sempat menyapa ketika kedinginan.
Tak pernah memintamu untuk memberinya kehangatan.

Seperti matahari,
yang sesungguhnya tak pernah mengerti
mengapa ia harus terus menyinari bumi.
Namun Kau tahu, ia tak akan berhenti.

Seperti ombak,
yang sesungguhnya tak pernah mengerti
mengapa ia terus menciumi tepi.
Dan Kau tahu, ia bahagia dalam kebodohannya.

Yang aku rasa sederhana.
Sesederhana mimpi, ketika aku lelah menanti.
Sesederhana sunyi, ketika aku berhenti bernyanyi.

 

Malang, 27 Mei 2012

Pukul 21.21

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s