Senyummu tadi siang


Seperti biasa,

kamu mengaburkan malam ini.

Di antara sejuta rencana, bayanganmu tadi siang menelusup pelan.

Menanamkan mimpi-mimpi baru.

Biasanya, mereka nanti bersemi.

Lalu, aku sendiri yang menyelipkannya–Pertanyaan biasa seorang pemimpi:

Kapan aku terjaga, dengan mu menjadi nyata.

 

Seperti biasa,

kamu membangunkan matahari ketika aku puas bermimpi.

Biasanya nanti bayangan dia datang,

menumbuhkan lagi yang aku bunuh semalam dalam euphoria kemarin siang.

Di saat itu, aku sendiri yang menanyakan–Kapan aku sadar dia tak akan hilang.

 

Seperti biasa,

saat petang yang tak sabar memotong pembicaraan, kamu menerbitkan hujan

di tanah yang telah aku keringkan semalam dalam euphoria kemarin siang.

Aku selalu terdiam, lalu sesuatu datang menepuk pelan:

“Dia bukan milikmu!”

Ah, kenyataan. Terkadang begitu kejam bicara kejujuran.

 

Dan hari ini akan berulang,

besok, besoknya, dan besoknya lagi.

Hingga…entah?

Mungkin hingga aku mau mencari tahu

bagaimana menenangkan jantungku,

setiap kita bertemu.

 

Malang, 30 Mei 2012

Pukul 00.59

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s