Pagi Hari Ini


Kirana benci pagi.
Udara membeku di paru-paru,
jemari kaku, menangkup dipangku.
Siapa yang mau?

Kirana benci pagi.
Sarapan tak enak,
perut yang mulas ketakutan.

Kirana benci pagi.
jalanan keras menuju sekolah,
tak ada teman berdampingan.
siapa yang suka?

Kirana benci pagi.
Ruang kelas tak ramah,
bangku-bangku tak bersahabat,
teman yang bergunjing di belakang.

Kirana benci,
pada pagikah atau sekolah?
pada mereka atau dirinya kah?
Ah, tak penting.
Ia benci hari ini.
Jam istirahat menegangkan:
tak ada guru untuk perlindungan,
dari teman-teman yang tertawa di belakang.

Kirana benci!
Tak pernah mengerti, kenapa harus diam,
saat ia ingin bicara.
kenapa harus tegar,
saat senyumnya beku di udara.
kenapa harus terus datang,
saat tak ada yang jadi tujuan.

Kirana benci!
Tak pernah bisa biasa,
berjalan kikuk di bawah seribu tatapan dari lantai dua.
duduk canggung di tengah keramaian dan gelak tawa.
Sendirian,
terasingkan.

Kirana benci!
Hari-harinya yang begini.
Lari tak bisa, diam tak suka.
Gulir waktu adalah penantian lain,
untuk hari yang menyedihkan ini.

Malang, 5 Juli 2012-10.52

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s