Dear, Cinta.. (1)


Dear,

aku ingin mencoba, mencari tahu seperti apa rupa kesedihan.

Selama ini, ia hanya bayang” yang mengikuti dalam diam.

Menyesap nikmat kebahagiaan, meninggalkan muram

 

Dear,

Aku ingin mencoba, melukiskan rupa kepedihan.

Selama ini, ia hanya abstraksi warna keabu-abuan, mengaburkan warna-warna yang aku coba baurkan.

Kesedihan seperti air, yang selalu menemukan jalannya, menemukanku.

 

Dear, cemburukah kesedihan atas pemujaanku pada bahagia?

Ia bukan ciptaan Tuhan yang harus disama cintakan. Tuhan tak pernah ciptakan kepedihan.

Manusialah, kitalah, yang melahirkannya dari ketidaksadaran akan kebahagiaan yang telah kita miliki.

Dari keengganan mengakui kebahagiaan yang terkadang mudah diraih.

Terkadang kita terlalu mencintai kedukaan.

 

Dear,

kesedihan itu curang. Menyembunyikan wajahnya dalam senyuman.

Bercerah wajah seakan tak bersalah.

Sekali kau temukan, ia betah menggayutimu sepanjang malam..

sepanjang pagi…Tak berhenti meski engkau lelah.

April 18th 2012

 

I wrote it in the middle of a class, since I really bored and couldn’t pay enough attention to the lecture and keep noting what he was explaining. My bad 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s