Engkau


engkau adalah kepingan rindu
yang menyatu,
lalu pecah kembali berserak pilu.

engkau adalah senja,
yang menghantarkan gemerlap
di atas riap air pantai,
lalu hilang dan berganti gelap.

engkau adalah bunga,
yang bersemi sekejap mata
lalu secepat itu pula hilang tiada.

engkau adalah untaian doa,
harapan, dan cinta,
yang terangkai penuh kehati-hatian
hanya untuk kembali hancur berantakan.

engkau adalah matahari,
yang sesaat menyapa pagi
kemudian tenggelam seakan tak mengenal hari.

engkau adalah pelangi,
yang urung melengkung,
ketika hujan telah berhenti.

engkau adalah duka,
harapan yang sia-sia..

engkau adalah luka,
cinta yang tak jadi berbunga.

engkau…

Malang, 3 Oktober 2012_21.27

Guys, in Bahasa, this feeling called “galau 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s