Tiada


aku sempat menabung gemerlap
yang dibawa hujan dalam setiap tangisannya.
sebotol penuh air mata,
untuk aku persembahkan ketika saatnya tiba.

aku sempat menyimpan matahari
menyisipkan sinarnya dalam album kenangan
untuk aku buka bersamamu,
di suatu senja nanti.

aku sempat mengira,
hari ini jantungku tak berdegup sia-sia
ketika aku menatapmu dengan berani yang ragu”

namun seperti gemerlap aspal jalanan
yang basah didera hujan,
kering seketika di bawah tatapan fajar.
secepat itu pula semuanya berubah.

salahku.
untuk mulai berani melangkah maju
dalam satu perasaan yang rapuh.

Malang, 3 Oktober_21.33

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s