Mencintaimu Dengan Caraku


Aku bisa meniru hujan:
Mencintai dengan gemuruhnya,
saat ia jatuh dan mengecup pipi sang bumi.

Aku bisa meniru samudera:
Mencintai dengan gairahnya,
setiap ia menubruk memeluk karang di tepian.

Aku bisa meniru angin:
Mencintai dengan derunya,
ketika ia menerobos udara dan memenjarakanmu dalam pelukan.

Namun aku bisa mengerti,
kamu lebih suka kedamaian,
dan aku lebih berani mencintai dalam diam.

Maka biarkan aku seperti sungai,
mengalir tenang, tak ada yang tahu
ketika ia telah sampai ke samudera.

Aku ingin seperti semilir angin saja,
datang untuk memeluk lembut,
tak meminta untuk memilikimu.

Aku memilih seperti matahari, sayang
dalam diam menerangi pagimu,
dan rela tenggelam ketika malam datang.

Malang, 19.40, 21 Juni 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s