Cinta Untuk Bunga


Dan akan selalu ada yang tidak bisa aku dapatkan.
Tawa.
Senyum.
Perhatian.
Aku sangsi mereka bisa berdiri sendiri.
Apalagi di tempat seperti ini,
mereka berlarian mengelilingi
yang kau sebut sebagai mimpi.
Tapi aku, dan jika kau mau mengakui, juga tahu
bahwa itu bukan mimpi yang kita cari.

Cinta untuk bunga.
Kemana mencari
tak ada cinta untuk bunga.
Keraskan hati, atau tak usah peduli.
Karena kau tak pernah berhasil meyakinkan kami,
yang kau pecahkan bisa kembali utuh lagi.

Cinta untuk bunga.
Sementara ia tetap mencari,
atau, sekali lagi, membodohi diri sendiri.
Hatinya seperti dilumur oli
tergelincir setiap hendak berlari.
Apakah yang kau tuju,
karena tak ada cahaya di ujung pintu itu.

Cinta untuk bunga.
Ketika memutuskan untuk mengeraskan hati,
maka tak akan ada lagi,
yang berarti untuk diperjuangkan.
Karena semua akan berubah jadi ilusi,
yang tak terkejar sekalipun berlari.
Tak ada cahaya untuk mimpi bunga.

Cinta untuk bunga.
Jika sampai nanti mati,
bunga masih di tempat ini,
perlukah kita terus mencari arti
mencari jawaban,
ketika ia bertanya, “cinta untuk ku?”

17 Sep ’13

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s